<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Adhiebjurnal's Weblog</title>
	<atom:link href="http://adhiebjurnal.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2009 06:47:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adhiebjurnal.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Adhiebjurnal's Weblog</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adhiebjurnal.wordpress.com/osd.xml" title="Adhiebjurnal&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adhiebjurnal.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KAMU MUSLIM, KAMU BAIK-BAIK SAJA</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/kamu-muslim-kamu-baik-baik-saja/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/kamu-muslim-kamu-baik-baik-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 06:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Kamu Muslim, kamu Mukmin, kamu dalam kebaikan yang sangat besar. Dalam kaitan ini, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki memuji Allah dalam doanya, Alhamdu lillahi bil-Islam (segala puji bagi Allah atas karunia Islam). Maka, Nabi berkata kepadanya, (khat hadits) “Sesungguhnya kamu benar-benar memuji Allah atas suatu nikmat yang sangat besar.” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=87&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu Muslim, kamu Mukmin, kamu dalam kebaikan yang sangat besar.<br />
Dalam kaitan ini, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki memuji Allah dalam doanya, Alhamdu lillahi bil-Islam (segala puji bagi Allah atas karunia Islam).<br />
Maka, Nabi berkata kepadanya,<br />
(khat hadits)<br />
“Sesungguhnya kamu benar-benar memuji Allah atas suatu nikmat yang sangat besar.”<br />
Dan, bukankah kamu masih punya sepasang mata, telinga, bibir, tangan dan kaki? Jadi,<br />
(khat ayat)<br />
“Nikmat Tuhanmu yang manakah, yang kamu dustakan?” (ar-Rahman [55]: 13).<br />
Pikirkanlah nikmat-nikmat Penciptamu dan Tuhanmu, Raja segala raja itu, yang telah Dia karuniakan kepadamu, niscaya kamu sadar. Dan, bersyukurlah kepada Tuhanmu. Dia-lah Sebaik-baik Penolong atas berbagai macam masalah dan musibah.<br />
Jangan sedih, karena Allah Yang mengetahui apa pun yang ada di langit dan bumi, dan melihatmu setiap saat, Dia pun tahu keadaanmu. Dan, kamu adalah hamba-Nya, maka Dia takkan membiarkan kamu.<br />
Bukankah kamu masih bisa tidur? Ingatlah, bahwa selain kamu ada yang tidak bisa tidur, karena penyakit yang dideritanya, umpamanya.<br />
Bukankah kamu masih bisa berjalan dengan kedua kakimu? Ingatlah, bahwa selain kamu ada yang terpaksa kakinya diamputasi sebelah atau kedua-duanya, atau lumpuh, tidak bisa jalan.<br />
Bukankah kamu masih bisa mengisi perutmu dengan makanan? Ingatlah, bahwa selain kamu ada yang melihat makanan dan ingin memakannya, tapi tak bisa atau tak boleh makan. Dan ingat pula, bahwa selain kamu ada yang selalu keruh airnya, tak bisa diminum.<br />
Bukankah kamu masih bisa mendengar ayat-ayat Allah dikumandangkan? Bukankah kamu masih bisa mendengar kicau burung-burung? Bukankah kamu masih bisa mendengar gesekan pepohonan yang bertasbih kepada Penciptanya? Bukankah kamu masih bisa melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan keindahan alam ciptaan-Nya, laut, gunung dan lembah? Dan, bukankah kamu masih bisa memandangi anak-anakmu, istrimu dan orang-orang yang kamu kasihi? Maka, jangan lupa, bahwa selain kamu ada yang tidak mempunyai lagi pendengaran dan penglihatan.<br />
(khat syair)<br />
Kau mengeluh, kenapa?<br />
Dan, kau katakan tak punya apa-apa.<br />
Padahal, kau masih punya bumi persada,<br />
langit dan bintang-bintang di petala?<br />
Kamu adalah Muslim, kamu termasuk makhluk Allah yang menerima karunia-Nya yang paling berharga.<br />
Saudaraku yang tercinta,<br />
Ada alam lain dari kehidupan ini, di akhirat sana. Hai saudaraku, Muslim dan Mukmin! Kelak kamu akan memperoleh surga kenikamatan. Surga itu kini sedang menunggu kedatanganmu. Di sana kamu akan dikelilingi para bidadari. Maka, bergembiralah, jangan sedih.<br />
Ketika saya tinggal di Skotlandia, semasa saya belajar di sana, saya bertemu seorang teman dari Malaysia, yang juga tinggal di sana. Dia berkata kepadaku, “Hai saudaraku, bersyukurlah kepada Allah dan bergembiralah, bahwa kamu dilahirkan dari ibu-bapak yang muslim, tinggal di negeri muslim, di mana kamu dapat mendengar adzan lima kali sehari. Dan, orang-orang di sekelilingmu semuanya Muslim. Maka, bergembiralah dengan Islammu, imanmu, agamamu, dan dengan statusmu menjadi hamba Tuhan Pemilik alam semesta.”<br />
Lalu, dia teruskan kata-katanya, “Tahukah kamu apa cita-citaku? Saya ingin menamatkan pelajaranku di Universitas ini.” Dia ikut kuliah untuk meraih gelar magister di bidang teknik.  “Lalu saya ingin bekerja, tapi bukan sebagai pegawai profesiaonal.  Hanya sekadar mengumpulkan biaya untuk pergi haji dan umrah buat diriku sendiri, ibuku dan istriku. Dengan demikian, aku akan bisa melihat Ka‘bah al-Musyarrafah, Maqam Ibrahim, dan minum air Zam-zam. Di sana saya akan berusaha menyempatkan diri bekerja di dekat Masjid Al-Haram.”<br />
Maka, bergembiralah, hai saudaraku sesama Muslim! Hai orang yang dilahirkan dari ibu-bapak yang Muslim, apalagi yang hidup di dekat Masjid Al-Haram. Dan, betapa celaka orang yang tidak mengenal Islam, dan tidak mendapat petunjuk untuk menganutnya,<br />
(khat ayat)<br />
“Barangsiapa  mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya” (Ali ‘Imran [3]: 85).<br />
Ada seorang da‘i tinggal di sebuah kota di Jerman. Di pintu gerbang kota itu dia membaca sebuah papan iklan merk sejenis mobil, bunyinya: “Kamu belum mengenal Yokohama?” Maka, bergegaslah da‘i itu memasang sebuah papan yang lebih besar di samping papan iklan tadi, dia tulis padanya: “Kamu belum mengenal Islam? Jika ingin kenal, hubungi nomor ini……”<br />
Da‘i itu mengaku, bahwa selanjutnya berdatanganlah kepadanya ribuan hubungan telepon dari orang-orang Jerman dan lainnya, dan ada 100.000 orang lelaki-perempuan masuk Islam melalui tangannya. Maka, dia dirikanlah di sana sebuah masjid, pusat Islam dan majlis-majlis ilmu.<br />
Maka, bergembirlah, hai saudaraku yang tercinta, bahwa kamu telah masuk Islam. Dan, bergembiralah, bahwa kamu termasuk umat yang paling bahagia. Usirlah kesedihan dan kegundahan. Karena, kamu adalah Muslim. Kamu telah beriman kepada Allah, Rasul-RasulNya, para malaikat-Nya, kitab-kitaNya, hari akhir dan qadha-Nya, yang baik maupun yang buruk. Sementara umat yang lain masih kafir kepada Tuhan. Mereka mendustakan para Rasul-Nya, berselisih mengenai kitab-Nya, mengingkari adanya hari akhir, dan mengingkari qadha dan qadar-Nya.<br />
Jangan sedih. Karena, kamu selalu disertai “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah”, yang dengan kalimat itu hati dan ruhmu akan selalu tenang.</p>
<p>Diterjemahkan dari kitab Da&#8217;il Huzn Wabda&#8217; Lil Hayah karya Abdullah bin Sa‘id az-Zahrani</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=87&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/kamu-muslim-kamu-baik-baik-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMAM IBNU TAYMIYYAH</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/imam-ibnu-taymiyyah/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/imam-ibnu-taymiyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 06:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[1. Lingkungan dan masanya Di akhir-akhir abad ke-tujuh hijriyah terbit sebuah bintang (Ibnu Taymiyyah) yang mudah-mudahan Allah SWT memberkahinya, pada waktu keistimewaanya banyak terdapat hadis, jumlahnya tak ada hentinya. Di sisi lain kerajaan islam terpecah menjadi beberapa kerajaan-kerajaan kecil dan setiap kerajaan menjauh dari kerajaan yang lain agar bisa merobohkannya, kemudian menjadi raja seperti yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=82&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Lingkungan dan masanya</p>
<p>	Di akhir-akhir abad ke-tujuh hijriyah terbit sebuah bintang (Ibnu Taymiyyah) yang mudah-mudahan Allah SWT memberkahinya, pada waktu keistimewaanya banyak terdapat hadis, jumlahnya tak ada hentinya. Di sisi lain kerajaan islam terpecah menjadi beberapa kerajaan-kerajaan kecil dan setiap kerajaan menjauh dari kerajaan yang lain agar bisa merobohkannya, kemudian menjadi raja seperti yang diberitahu oleh Nabi SAW yaitu raja yang perkasa dan kemudian menjadi kacau balau….<br />
	Dan para prajurit tentara salib menyerang tempat tinggal islam akan tetapi Allah SWT memberi pertolongan kepada umat Muhammad dan saat datang bangsa tartar semua menjadi kacau dan segolongan orang bergerak secara sembunyi, di Andalusia juga kerajaan terpecah menjadi kerajaan kecil, sampai setiap kota mempunyai pemimpin, tentara dan pasukan, musuhpun merobohkan satu persatu sampai ditelan kerajaan yang terakhir, terjadilah yang tidak diharapkan…<br />
Dalam keadaan yang berantakan ini terlahirlah Al-imam Ibnu Taymiyyah semoga dirahmati oleh Allah SWt hidup dengan hati seorang mu’min yang terampas, apakah berpengaruh atau terpengaruh hal yang terjadi disekitarnya? Apakah selamat dari setiap cobaan, pemikiran dan musuh-musuh??</p>
<p>2. Namanya, nasabnya dan perkembanganya</p>
<p>	Namanya Ahmad Taqiyuddin Abu Al-abbas bin Syihaabuddin Abdul Halim bin Abu Al-barakat…, dilahirkan pada tanggal sepuluh rabi’ul awal tahun enam ratus enam puluh satu hijriyah, tempat lahirnya di kota (haraan) dia tinggal di sana sampai berumur tujuh tahun, ketika bangsa tartar menyerang kota (haraan) keluarganya berevakuasi ke kota damaskus. Di dalam perjalanan menemui beberapa rintangan dan bahaya, itu menjadikan dia amat membenci pada bangsa tartar, merekapun bertempat tinggal di damaskus dan orang tuanya terkenal dengan dengan keilmuan dan ketaqwaannya, menjadi ketua di perpustakaan hadis As-sakariyah, menjadi guru di perguruan umayyah dan Al-imam(Ibnu Taymiyyah) waktunya terdidik oleh teman-teman ayahnya apalagi dia lebih diperhatikan karena kepintaran yang bersinar, cepat dalam menghafal, dapat menjawab dengan seketika (tanpa berfikir panjang) dan pemberani.<br />
	Di dalam lingkungan yang seperti ini(kacau balau dengan serangan bangsa tartar), Ibnu Taymiyyah menghafal Al-qur’an kemudian beralih menghafal hadis dan ilmu bahasa, mengetahui hukum-hukum fiqih, menghafal apa yang bisa dia hafal dengan kehendak Allah dan sejak kecil mempunyai tiga kelebihan :<br />
1.	Ingatan yang kuat, akal yang terjaga, pemekiran yang jernih dan keunggulan yang lebih<br />
2.	Berusaha dengan sungguh-sungguh sampai pergi ke (majdi) untuk menuntut ilmu dan pelajaran.<br />
3.	Hati dan jiwanya terbuka untuk memaksa berusaha tekun di dalam  keilmuan, hafalan dan ingatan di setiap daerah yang dikunjunginya </p>
<p>Ibnu Taymiyyah mendengar hadis yang disandarkan dari Ahmad, shahih Bukhari, Muslim dan timdzi. Dan sunah–sunah dari Ibnu daud, Nasa’i, Ibnu majah dan Addar Quthni itu semua dia mendengarnya berkali-kali dan permulaan dalam menghafal hadis adalah :<br />
Kumpulan hadis shahihain karya Imam Hamidi begitu pula pelajaran matematika, ilmu-ilmu bangsa arab dan sejarah orang-orang terdahulu, pandai dalam ilmu nahwu, sampai menetang beberapa pendapat Imam Sibaweh (seorang ulama yang ahli dalam ilmu nahwu)di beberapa masalah ilmu nahwu!!<br />
Ibnu Taymiyyah juga memperluas ilmu-ilmu tafsir Al-qur’an dan meneliti ensiklopedi yang tertulis di dalamnya dan bertambahlah kebudayaannya dan dia juga mengambil kesimpulan untuk keilmuan.<br />
Suatu hari di kota damaskus kehilangan para ulama’, apalagi ketika para ulama’ pergi dari andalus ke arab bagian timur dan juga setelah pengaruh jatuhnya kepemimpinan islam.<br />
Dan muncullah sekolah-sekolah yang khusus untuk ilmu-ilmu hadis contohnya hadis yang dikeluarkan oleh imam nawawi, Ibnu Daqiq Al-‘ied zamlakani dan yang lain. Sama juga seperti munculnya sekolah-sekolah untuk keilmuan fiqih seperti sekolah Al-hanabilah dan Asy-syfi’iyyah dan lain.<br />
Suatu saat muncul dan tersebar  madzhab Abu Al-hasan Al-Asy’aari di dalam ilmu tauhid, tidak ada yang menentang mereka kecuali madzhab Al-hanabilah. Dan imam (Ibnu Taymiyyah) adalah salah satu lulusan sekolah Al-hanabilah tersebut, setelah itu dia lebih condong memperhatikan keilmuan pandapat para sahabat khusunya ilmu fiqih para sahabat yang istimewa dalam hal keilmuan, pengalaman dan ekspedisi seperti fiqih Umar bin Khattab, Ali bin  Abi thalib dan Ibnu Abbas. Dia juga sangat lapar fatwa-fatwa At-tabi’in yang istimewa  seperti sa’iid bin Al-musiib, An-nakh’ii dan Al-qaasim bin Muhammad, inilah yang perkataan salah seorang yang sebaya dengannya “Allah SWT telah melunakkan pengetahuan-pengetahuan padanya sebagaimana Allah  SWT melunakkan besi pad Daud AS dan apabila dia ditanya tentang seni keilmuan orang yang melihat dan mendengar berprasangka dia tidak mengetahui seni tersebut, dan sesungguhnya tidak ada orang yang berpengetahuan sepertinya (pada masanya.)</p>
<p>3. Kepada siapa saja dia menuntut ilmu ?</p>
<p>	Orang tuanya mempunyai tangan yang putih ditemukan pada dirinya pengetahuan-pengetahuannya, seorang ‘alim yang luhur dikenal dengan depanya yang panjang dalam ilmu-ilmu hadis dan ketika ayahnya wafat dia baru berusia sebelas tahun, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan akal yang bersih dan hati yang jernih, mendengar dari sumber ini dia langsung faham, mendengar dari yang lain diapun langsung faham sampai berkata pencipta buku Al-‘uquud Ad-dariyah yang memperlihatkan kelebihannya “Lebih dari dua ratus guru-gurunya yang dia dengar dan mendengar dari buku-buku hadis yang dipercaya berkali-kali, berkali-kali.”<br />
	Di harinya dia tidak meninggalkan perdebatan, perkumpulan-perkumpulan atau majelis-majelis para yang terkenal kecuali dia bersegera untuk hadir dan mengungkapkan pendapatnya, sampai apabila bertambah yang berpihak kepadanya dan percaya dengan pengetahuannya dan apabila pendapatnya kalah kuat, dia belajar kepada orang-orang yang kuat pendiriannya, lama masanya dan yang menetang pemikiran dan pendapat-pendapat, tetapi bagaimana dia belajar pada mereka?<br />
	Dia menekuni membaca buku-buku mereka, dimulai dari mengumpulkan berbagai penafsiran-penafsiran mereka tentang Al-qur’an yang mulia, disini dia lebih banyak memelihara apa-apa yang ditafsirkan oleh ulama’-ulama’ terdahulu, Ibnu Taymiyyah berkata (semoga Allah memberkahinya) apabila saya membaca satu ayat itu mempunyai seratus penafsiran kemudian aku meminta pemahaman pada Allah, dan saya berkata ”Wahai guru Ibrahim ajarilah aku, wahai guru Ibrahim fahamkanlah aku dan aku pergi ke masjid-masjid yang sudah tidak terpakai lalu kutempelkan wajahku ke tanah kemudian aku berdo’a agar aku diilhami yang benar.”<br />
	Terdapat di dalam(buku) kumpulan fatwa-fatwa : “Bahwasanya ilmu tafsir yang menjadi karya ulama’ terdahulu dikumpulkan oleh Ibnu Taymiyyah lebih dari tiga puluh jilid, sebagian ditulis dan sebagiannya lagi tidak begitu juga dia buku fiqih hambali buku Al-mughni (karya Ibnu Qadamah wafat 630 H), buku inilah yang banyak terdapat pendapat para sahabat dan tabiin ahli fiqih, mempengaruhi pengaruh yang besar, kemudian ditulis dengan tulisan lama.<br />
	Tetapi berserta dengan itu dia juga membaca buku mdzhab Al-hanafi sepeti Ath-thahawi, Al-khasaf, Al-hashiri dan As-sarakhsi, dia juga membaca buku madzhab Asy-syfi’i seperti : Al’umm, Al-madzhab, Almajmuu’, mukhtasharul mizani dan Alwajiiz karya imam Al-ghazali.<br />
	Dia juga membaca buku Ibnu Rasyid Al-kabir, Ibnu Rasyid Al-hafiid dan yang lain pada madzhab maliki.<br />
	Dan dia terpangaruh banyak dari buku karya Ibnu Hazm, khususnya dia membaca  Al-mahali dan Al-ihkam fii ushuulil Ahkam.<br />
	Pencipta buku Al-kawakib Ad-durriyah berkata tentangnya “Sesungguhnya dia mempunyai pemikiran yang bagus dalam pengetahuan madzhab para sahabat dan tabiin, dia sedikit berbicara dalam suatu masalah kecuali menyebutkan  pendapat-pendapat madzhab yang empat, kadang-kadang menentang madzhab yang empat di beberapa masalah, menjadikannya beberapa golongan beralasan dengan Al-qur’an dan sunah Nabi SAW.<br />
	Begitu juga dia tidak sombong dengan pengetahuan-pengetahuan bangsa arab tetapi dia lebih memperluas pengetahuan tersebut, sampai dia pernah menyangkal guru para ahli nahwu yaitu Abu Hayaan An-nahwi dan suatu hari dia berkata “mataku tidak pernah melihat orang seperti Ibnu Taymiyyah.”<br />
Melihat untuk kepentingan-kepentingan zaman, dia mempelajari buku-buku Imam AL-ghazali seperti buku-buku bahasa dan filsafat dan belajar pendapat-pendapat beberapa golongan yang bertentangan seperti buku Aljahmiyyah fii iraadati ‘abdi wa masyi’atur rabbi dan membedakan antara pendapat-pendapat pengikut Al-asy’aari dengan pendapat para pengikut golongan mu’tazilah. Dari sini mengetahui suatu rahasia apabila kita membaca buku ‘Arsyurrahmaan, suatu perkataan yang menakjubkan seperti dia berbicara tentang ilmu falak.<br />
Dia juga membaca surat-surat dari teman-teman terdekat dan tidak heran apabila dia membaca buku-buku orang nasrani, kalau dia tidak membacanya dari mana dia bisa menciptakan sebuah buku berjudul {Jawaban yang benar bagi orang yang merubah agama nasrani}<br />
Ini sampai membuat Muhammad Abu Zahrah yaitu seorang ‘alim yang luhur berkata “Kita bisa mengatakan sesungguhnya Ibnu Taymiyyah membaca seluruh buku-buku pengetahuan islam, buku-buku filsafat terkenal di zamannya dan buku-buku yang memberitahunya agama-agama terdahulu.</p>
<p>4.Murid-muridnya</p>
<p>Tidak diketahui pada zamannya  berapa banyak siswa dan murid-muridnya dan sebagaimana kebanyakan murid-muridnya khususnya ketika pindah dari Syam ke Mesir dan antara iskandariah dan kairo terdapat suatu kekosongan untuk menambah pengatahuan tetapi dia tidak meninggalkan penelitian, ceramah ilmiah dan dialog itu membuat jumlah murid-muridnya bertambah.<br />
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah murid-muridnya terbagi menjadi karena pelajaran-pelajarannya ada dua macam :<br />
1.	Pelajaran-pelajaran umum yang diajarkan di masjid jami’ umayyah di damaskus pada hari jum’at, diistimewekan dengan nasehat dan pengikutan yang asli, mengeyampingkan pengadaan bid’ah, menjadikan orang-orang generasi partama sebagai referensi yaitu para sahabat dan tabi’in bid’ah-bid’ah yang dibuat-buat dan pelajarannya yang ini jauh dari ilmu bahasa dan mantiq, mudah dan disukai oleh orang umum.<br />
2.	Pelajaran-pelajaran khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin mewarisi pengetahuannya dan bagi orang-orang yang membantu taekat pemikirannya yang luar biasa besarnya dan pelajaran-pelajaran ini diistimewaan dengan dialig yang menggunakan dalil-dalil aqli dan naqli, dia memberi pelajaran ini di sekolah-sekolah Syam dan kadang-kadang di sekolah-sekoalh Mesir dan murid-muridnya kebanyakan dari pengikut madzhab hambali dan syafi’i, tetapi murid-muridnya tak terhitung apalagi Imam(Ibnu Taymiyyah) sudah lama terjun di medan pendidikan dan da’wah. Dia sudah memberikan pelajaran-pelajarannya kurang lebih empat puluh enam tahun, tidak lelah dan tidak bosan, dia dikenal dalam menberikan pelajaran-pelajarannya dengan bahasa Arab yang jelas, fasih, cepat menjawab pertanyaan tanpa pikir panjang dan berani untuk membela pemukurannya itulah yang menambah banyak muridnya bahkan bertambah banyak, mereka sangat bersemangat dan kagum kepadanya. Banyak yang membicarakan namanya di majelis-majelis ilmiyah sampai Imam Ibnu Ad-daqiq berkata (tentang Ibnu Taymiyyah) mempunyai alasan yang kuat dalam ilmu hadis dan pengetahuan-pengetahuan “Saya melihat seorang lelaki yaitu Ibnu Taymiyyah mengumpulkan seleruh pengetahuan-pengetahuan di hadapannya, dia mengehendaki dan tinggalkan yang kehendaki saja.<br />
Kegiatannya berpindah dari pemberian pelajaran ke pemberian jawaban di setiap kejadian manusia, apabila dia ditanya dia menjawab dengan buku menyiarkan bukunya dan menjadi terkenal diantara banyak orang, apabila dia ditanya dia langsung menjawabnya, disebarkan terhadap segenap orang dan menjadi masyhur, salah satu soalnya adalah dari Ahli humaah tentang ayat (wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardhi)dijawab dengan (arrisalah al-hamuyah hal17) dan setiap orang ingin menjadi muridnya, tentunya pasti ada yang lebih unggul diantara mereka.<br />
1.	Imam Ibnu Qayyim yang tidak pernah meninggalkan gurunya, menhafal pengetahuan-pengetahuannya, menjaganya dan banyak menyebut gurunya didalam karya-karyanya seperti di dalam buku Zaadul-ma’aad dan ‘Alaamul-mauqi’qiin, tetappi lebih tenang dari pada gurunya dan lebih condong dalam hal ibadah dan lebih meninggalkan dunia, ituterlihat di dalam buku-bukunya yang berharga seperti Madarijus-salikiin, Al-kalam Ath-thayyib, Haadi Al-arwah, Ighaatsatul-lahafaan, Miftahu daaris-sa’aadah dan yang lain.<br />
2.	Al-hafidh Ibnu katsiir yaitu pencipta buku At-tafsiir Al Adhiim, Bidayah wa Nihayah dan yang lain.<br />
Murid-murid terdekatnya pasti mendapatkan kelaliman, penyiksaan dan penjara, terlebih lagi ketika Imam(Ibnu Taymiyyah) ditangkap dan dimsukkan ke dalam penjara, setelah itu kebanyakan dari mereka dibebaskan kecuali orang terdekatnya yang tersisa yaitu murid pertamanya Ibnu Qayyim.</p>
<p>5. Pendapat-pendapat, fiqih dan manhajnya</p>
<p>1.	Manhajnya yang global : kita bisa mengambil kesimpulan seperti yang berikut :<br />
	Tidak terlalu percaya dengan dalil Aqli<br />
	Tidak ingin mengikuti nama besar orang : dia menyalin perkataan Abu Hanifah “Ini adalah sebuah pendapat, Apabila ada yang mempunyai pendapat yang lebih bagus, maka terimalah dia.”<br />
	Dari perkataan Imam Malik “Sesungguhnya saya adalah seorang manusia bisa benar bisa salah, maka periksalah perkataanku didalam Al-qur’an dan Sunah Nabi SAW.<br />
	Dari perkataan Imam Syafi’i “Apabila benar suatu hadis, maka bantahlah perktaanku untuk lebih berjaga-jaga.”<br />
	Dari perkataan Imam Ahmad “Janganlah kamu mengikuti agama orang lain, karena tidak luput dari keselahan.”<br />
	Akar syariat adalah Al-qur’an dan Rasulullah SAW telah menafsirkannya seluruhnya, para sahabat belajar darinya kemudian para tabi’in, maka selain itu tidak.<br />
	Dia tidak fanatis terhadap pemikirannya, oleh karena itu dia selalu mengaitkan Al-qur’an dan sunah yang diriwayatkan para sahabat, dia pun menentang, kadang-kadang dia mengambil (pendapat) dari orang yang dia tentang.<br />
3.	Manhajnya dalam ilmu tafsir, pertama dia menafsirkan Al-qur’an dengan Al-qur’an kemudain dengan perkataan para sahabat lalu dengan perkataan para tabi’in. Dia mengingkari bila ada yang menafsirkan dengan pendapat dan sudah menentang sebagian ulama’ dalam hal itu seperti Imam Ghazali.<br />
4.	Manhajnya dalam ilmu Aqidah, dia mempelajari ilmu filsafat bukan untuk mencari fakta-fakta yang ada di baliknya, tetapi untuk menjelaskan yang bathil apalagi yang menentang agama, dia percaya apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian ingin menghilangkan keburukan ilmu filsafat, oleh karena itu dia mempelajarinya untuk mengetahhui kebenarannya, kemudian menerangrangkan perkara yang bathil setelah dia mengetahui<br />
Dari sini kita mengetahui rahasia pencekalannya terhadap ilmu filsafat, karena mereka membuat methode sendiri, Imam Ibnu Taymiyyah menekankan bahwasanya methode yang benar dalam Aqidah adalah mengikuti Al-qur’anul-karim karena di dalamnya terdapat dalil- dalil dan alasan yang menetapkan keesaan sang pencipta, sifat-sifatnya dan hari akhir, itu bukan hanya pemberitaan saja tetapi di dalamnya juga terdapat kebenaran berita terebut, dia sendiri menganjurkan untuk memilih kabar yang benar.<br />
Keistimewaanya adalah dia mngurutkan yang terdapat dalam hadis tentang aqidah-aqidah, khususnya yang bersangkutan dengan keesaan. Di sini muncul penolakan atau jawaban yang membuat tidak berkutik terhadap golongan-golongan, mereka dinamakan dengan golongan yang menyimpang seperti Al-mu’tazilah, Al-iltihadiyah, falasifah, Al-bathiniyah dan Al-‘asya‘irah.<br />
Begitu juga dia berbicara tentang penafsiran dan penta’wilan(Al-qur’an dan ilmu hadis), dia dan para ulama’ yang lain saling bertentangan dan terjadi perdebatan yang panjang. Dia juga membantu pendapat gurunya (Ibnu Hambal) dalam masalah sesungguhnya Al-qur’an bukan makhluk, dan barangsiapa yang mengatakan Al-qur’an itu termasuk makhluk adalah bid’ah.<br />
Dia juga mendapatkan perlakuan yang kejam dari kelompok Al-jabariyah, Al-qadariyah, Al-asyaa’irah dan mu’tazilah dalam permasalahan (pekerjaan hamba-hamba dan kekuasaan Allah SWT), banyak yang bekerja keras dengan segala upaya untuk mengembalikan manusia pada kejernihan Aqidah, maka oleh karena itu dia memerangi pendeketan (meminta keridhoan)pada para wali, melarangmeminta pertolongan kepada selain Allah SWT dan juga melarang pendekatan kepada orang mati dari para nabi dan orang-orang shalih. Tetapi permasalahan yang menjadi perhatian sekali adalah ziarah ke kubur orang shalih atau para nabi itu dilarang. Inilah salah satu sebab dimasukkannya dia ke dalam penjara. Dan salah satu sebab juga yang dikobarkan oleh orang-orang yang dengki terhadapnya adalah dalam permasalahan ziarah terhadapa makam Nabi SAW. Para sufi yang terus mengkritiknya diantaranya adalah Ibnu Arabi, Ibnu Al-faridh dan Ibnu ‘Atha’illah Assikandari. Dia menciptakan buku dalam permasalahan tersebut dengan judul “Risaalatu madzhabil ittihaadiyiin” dan “Ar-risalah At-tadamariyah”<br />
Manhajnya dalam fiqih : dia dikenal lebih cenderung pada madzhab Al-hanabilah dari empat madzhab lainnya dan mengambil intisari dan akar-akarnya, tetapi beserta itu terkadang dia menentang suatu pendapat apabila ada tiga perkara yang menjadikannya seorang ahli fiqih mujtahid :<br />
	Bahwasanya dia mempertimbangkan imam yang empat dengan pertimbangan yang maksimal dari segi fiqihnya.<br />
	Dia mewasiatkan kepada ahli fiqih jangan sampaiterjun pada madzhab tertentu apabila menemukan kebenaran di madzhab selainnya.<br />
	Dia meninggalakan seluruh madzhab apabila ada hadis yang menentangnya.</p>
<p>6. Posisinya dalam ijtihad</p>
<p>Para ulama’ dari empat madzhab mengumpulkan bahwa ijtihad mempunyai lima tingkatan :<br />
	Al-mujtahid Al-mustaqill yaitu yang tidak bersandar pada suatu madzhab dan tidak terikat tidak terikat dengan asas-asas yang khusus kepunyaan imam lain dan dia menentang selain dirinya.<br />
	Al-mujtahid Al-muntasib yaitu seorang mujtahid yang mendalami cabang dan akar-akar (suatu madzhab), tetapi dia tidak berpegang pada madzhab apapun, dia belajar (dari suatu madzhab) hanya untuk mengambil suatu kesimpulan.<br />
	Al-mujtahid Al-muqayyad yaitu dia bertanggung jawab dengan apa yang telah simpulkan, menjadikan hukum dengan kesimpulan tersebut, dia membuat hokum-hukum baru dari cabang-cabang imam madzhab tersebut, tetapi dia tidak melewati akar-akar dan kesimpulan imam tersebut.<br />
	Al-mujtahid Al-hafidh yaitu mujtahid yang menjaga madzhab imamnya, mengetahui dalil-dalilnya dan menyedikitkan yang sebelumnya karena itu menahan ketentuan-ketentuan ijtihad.<br />
	Mujtahid yang tidak menetapkan dengan dalil-dalil madzhabnya dan juga tidak melewati yang tersalin (suatu hukum) dari imamnya.<br />
Lalu dimanakah letaknya Imam Ibnu Taymiyyah dari urutan para mujtahid di atas….?<br />
Dan selama masih ada yang fanatis dan yang mengkritiknya akan terus terjadi pertentangan dan pertengahannya, adalah apa yang dikatakan oleh Imam Muhammad Abu Zahrah “Sesungguhnya dia lebih tinggi dari tiga tingkatan terakhir karena dia lebih besar daripada itu, dan sangat luas pengetahuannya dalam ilmu hadis, ilmu tafsir Al-qur’an dan pengetahuan-pengetahuan yang lain, itu semua membuatnya lebuh tinggi tingkatannya dari tiga tingakatan tersebut, bahkan dia pantas ditaruh pada tingakatan yan pertama.”<br />
Dia juga berselisih dengan imam-imam dalam ilmu fiqih, seperti masalah thalaq dalam keadaan haidh dia berkata “Itu tidak terjadi.” Dia diperkuat dengan pendapat syi’ah. Dan menguatkan juga sesungguhya thalaq tiga (dengan tiga ucapan) di satu tempat itu hanya satu thalaq.<br />
Dia (Ibnu Taymiyyah) berkata “Sesungguhnya bersumpah dengan thalaq tidak akan terjadi selama masih di sekitar (keadaan) thalaq dan wajib baginya hanya membayar denda saja.<br />
Dia juga berkata “bahwasanya zakat tidak diberikan kepada orang fasiq, tetapi itu (zakat) diberikan kepada orang-orang yan mengerjakan asas-asas (syri’at) dan cabangnya, karena zakat tidak cukup baginya (orang fasiq) tapi cukup bagi mereka(yang mengerjakan syari’at). Dan selainnya yang masih bersangkutan dengan fatwa-fatwanya…</p>
<p>7. Seorang imam yang a’lim dan pahlawan</p>
<p>	Orang-orang ketakutan ketika bangsa tartar mengepung mereka di Aswaar (salah satu nama kota di damaskus) dan para tentara sudah bersiap-siap untuk bertempur, para ulama dan Qadhi sudah berjanji untuk siap bertempur, dan imam pada waktu itu menyusuaikan diri dengan memantapkan hati (para tentara), karena mereka sudah dijanjikan pertolongan yang sungguh-sungguh, kemudian dia bersumpah dengan nama Allah dan berkata “sesungguhnya kalian akan benar-benar di tolong” maka berkata padanya sebagian pemimpin “katakanlah Insya’Allah” maka dia berkata “firman-firmannya benar-benar akan terjadi bukan hanya komentar”.<br />
Dan rakyat berani untuk menentang golongan khawarij(mereka adalah yang keluar dari Ali RA dan mu’aawiyah, dan mereka berpendapat lebih memiliki hak dengan kepemimpinan dari mereka berdua, mereka ingin menguasai kaum muslim  dengan cara memfitnah mereka melakukan ma’siat-ma’siat dan kezhaliman, tapi sesungguhnya mereka melakuakn ma’siat-ma’siat lebih besar dan berlipat-lipat ganda) dia berkata kepada orang-orang “apabila kamu sekalian melilhatku pada kelompok itu maka bunuhlah aku”<br />
Dan dia pergi dalam kelompok pertama yaitu kelompok jihad, kemudian dia pergi pada orang-orang yang dikumpulkan di luar damaskus (Syaqhab) dan itu pada bulan ramadhan, dan Imam(Ibnu Taymiyyah menancapkan keberanian kepada orang-orang agar tidak takut selain kepada Allah SWT dan dia memberi fatwa kepada para tentara supaya membatalkan puasa agar mereka mempunyai kekuatan dalam peperangan, dia meriwayatkan sebuah sabda Nabi SAW pada hari peperangan “Sesungguhnya kalian akan bertemu dengan musuh, dan dengan tidak berpuasa kalian kuat” kemudian dia berkeliling diantara para tentara dan makan di depan mereka agar mereka berani melakukannya.<br />
Itulah yang terjadi berhari-hari sampai pasukan bangsa tartar kalah dan yang mengalahkan mereka adalah Ibnu Taymiyyah dan para tentara. Dengan inilah Allah memberi pertolongan kepada orang-orang yang percaya dengan pertolongan Allah SWT.<br />
Inilah keadaan seorang alim yang mu’min, tidak duduk dirumahnya tapi berkeliling ke segenap masyarakat, tidak melihat kesukaran-kesukaran dari harta kemewahan yang berkilauan, akan tetapi permisalan orang mu’min yang alim adalah mengikuti para sahabat dan Nabi SAW. Dia hidup dengan segala pertimbangan, bekerja  dan berkeliling ke sekitar rumahnya, singgah ke taman dan sampai seandainya ada permasalahan yang menyebabkan dia akan kehilangan hartanya, seorang anaknya, rumahnya atau bahkan dirinya sendiri. Inilah keberanian yang terkumpul antara pedang, pena dan ucapan. Allah mengumpulkannya kepada satu orang yaitu Imam Ibnu Taymiyyah dan semoga Allah memberkahi dan meridhoinya.</p>
<p>8. Karya-karyanya</p>
<p>Di dalam ilmu tafsir : Seandainya dia mengumpulkan tafsir-tafsirnya itu akan mencapai tiga puluh jilid, dia juga mempunyai surat yang berharga dalam pengajaran ilmu tafsir.<br />
Dalam ilmu ‘Aqaa’id sungguh banyak sekali diantaranya :<br />
1.	Kitaabul-iimaan<br />
2.	Kitaabul-istiqaamah<br />
3.	Iqtidha’ush-shiratul mustaqiim<br />
4.	Kitaabul-furqaan<br />
5.	Surat-suratnya : Al-humuriyah, At-tadamariyah, Al-wasithiwiyah, Al-baghdadiyah, Al-kiilaaniyah, Al-ba’labakiyah, Al-azhariyah, Al-ikliil, risalah maratibil-iraadah, Al-qadhaa’ wal-qadar, bayaanul-hudaa minadh-dholaal, mu’taqiidaat ahlidh-dholaal, ma’aarijul-wushuul, As-su’al ‘anil-arsy dan firqah an-najiyah.<br />
Dalam pengajaran-pengajara pencarian dalil :<br />
1.	Kitaabu naqdhil-Maniq.<br />
2.	Ar-raddu ‘Alal-Mantiq.<br />
3.	Tanbiihu Ar-rajuli Al-‘aaqil ‘Ala tamwiih Al-jadal Al-baathil.</p>
<p>Dia mempunyai buku yang lain juga pada pembahasan yang lain :<br />
1.	Minhaajus-sunnah.<br />
2.	Al-jawab Ash-shahih liman badala Diinal-Masiih.<br />
Dalam ilmu fiqih dia mempunyai surat-surat yang berharga seperti :<br />
1.	Risaalatul-Qiyaas.<br />
2.	Nikaahul-Muhallal.<br />
3.	Kitaabul-‘Uquud.<br />
4.	Risaalatul-Hasabiyah.<br />
Dia juga mempunyai pemikiran-pemikiran untuk mengambil hukum (yang bukan qoth’i) dan fatwa-fatwa yang bertaburan. Sebagian fatwa-fatwanya telah dikumpulkan dan dinamakan dengan Al-fataawa Al-kubraa.</p>
<p>9. Wafatnya </p>
<p>Dia wafat pada tahun 728 H atau pada tahun 1328 M, wafatnya di dalam penjara benteng (bentang damaskus), seluruh terkejut ketika mendengar kewafatannya dan mengantarkannya sampai tempat untuk pengkuburannya yang terletak di hayyul-halbuuni (di universitas As-suriyah), pada hari jum’at dan para ulama’ Damaskus dan penduduknya keluar berbondong-bondong dalam perarakan mayatnya yang mana damaskus  belum pernah menyaksikan perarakan mayat yang begitu besar jumlahnya.<br />
Semoga Allah SAW memberikan berkah yang luas baginya…</p>
<p>Di terjemahkan dari kitab Makarimul Akhlak karya Syaekhul Islam Taqiyuddin Ahmad bin Taymiyah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=82&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/27/imam-ibnu-taymiyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Cegah Malas</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/01/tips-cegah-malas/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/01/tips-cegah-malas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 12:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/01/tips-cegah-malas/</guid>
		<description><![CDATA[Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=81&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 kata itu yaitu MALAS.”<br />
Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:</p>
<p>1.	Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.<br />
2.	Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.<br />
3.	Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur<br />
4.	Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.<br />
5.	Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.<br />
6.	Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.<br />
7.	Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.<br />
8.	Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.<br />
Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. Wallohu A’lam bishowab.<br />
Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi penulis ataupun bagi pembaca. Selamat tinggal Malas…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=81&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2009/03/01/tips-cegah-malas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Perayaan Tahun Baru</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/30/waspadai-perayaan-tahun-baru/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/30/waspadai-perayaan-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 13:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Adib Darissalam Tahun baru suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia. Tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=69&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Adib Darissalam</p>
<p>Tahun baru suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.<br />
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. (Wikipedia Indonesia)<br />
Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas. Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar. Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.<br />
Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.<br />
Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan &#8220;Selamat Tahun Baru&#8221; dan menyanyikan Auld Lang Syne. (Pusat Informasi Kedutaan Amerika)<br />
Berbeda sekali dengan tahun baru hijriah, kalender hijriyah atau kalender islam (Bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Di kebanyakan negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Hijriyah menggunakan sistem kalender lunar (komariyah).<br />
Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini, tahun terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.<br />
Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.<br />
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan awal patokan penanggalan Islam tahun wafatnya Nabi Muhammad.<br />
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558. (Wikipedia Indonesia)<br />
Dengan demikian bisa kita bedakan diantara keduanya diambil dari nilai sejarah dan budaya perayaannya hingga kini. Budaya perayaan tahun baru masehi yang seringkali dimeriahkan , tanpa kita sadari bahwa budaya hedonisme sudah menyerang kita secara perlahan.<br />
Pada tahun baru, hedonisme di kalangan remaja bukan lagi fenomena baru, malah seolah-olah sudah menjadi budaya yang boleh disifatkan yang berkesinambungan dari satu generasi ke generasi baru. Padahal bila kita melihat kalangan bawah, mereka membutuhkan uluran tangan. Indonesia yang lebih banyak penduduk muslim secara perlahan diserang otaknya untuk mengikuti budaya barat dan meninggalkan budaya yang islami. Terlebih lagi perayaan tahun baru masehi yang diadopsi oleh bangsa romawi kafir begitu dimeriahkan penduduk Indonesia yang mayoritas islam, bahkan bukan di Indonesia saja melainkan diseluruh negara-negara muslim sudah terkontaminasi dengan budaya mereka. Tapi, kenapa tahun baru hijriah (tahun baru islam) seakan-akan dilupakan oleh mereka. Sebagai renungan bagi kita semua, lihat firman Allah:<br />
“&#8230;Dan (ingatlah bahwa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahan dan pangkat kebesaran) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang yang terpedaya.” (Q.s. Ali Imran: 185).<br />
“Dan tidak (dinamakan) kehidupan dunia melainkan permainan yang sia-sia dan hiburan yang melalaikan; dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Oleh karena itu, tidakkah kamu berfikir?” (Q.s. Al-An’am: 32).<br />
“Sadarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu senantiasa mencintai (kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya. Dan kamu tidak menghiraukan (bekal untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya).” (Q.s. Al-Qiamah: 20-21).<br />
Oleh karena itu, sebaiknya kita awali tahun baru dengan berdo’a dan mensyukuri dengan apa yang sudah kita dapatkan di tahun lalu. Dan semoga lebih baik di tahun depan. Wallahu ‘Alam bis Showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=69&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/30/waspadai-perayaan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakteristtik Bahasa Jurnalistik</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/10/karakteristtik-bahasa-jurnalistik/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/10/karakteristtik-bahasa-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 12:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; Perkuliahan pertemuan 4 November 2008 1. Sederhana Contoh: Bolpoint – Pulpen • Saya membeli bolpoint • Saya membeli pulpen 2. Singkat Contoh: Kerugian besar – rugi besar, memakai jilbab &#8211; berjilbab, tidak bersih – kotor. • Pedagang itu mengalami kerugian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=65&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Perkuliahan pertemuan 4 November 2008</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">1. Sederhana</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Bolpoint – Pulpen</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Saya membeli <span style="text-decoration:underline;">bolpoint</span></p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Saya membeli <span style="text-decoration:underline;">pulpen</span></p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">2. Singkat</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Kerugian besar – rugi besar, memakai jilbab &#8211; berjilbab, tidak bersih – kotor.</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Pedagang itu mengalami <span style="text-decoration:underline;">kerugian besar </span>– pedagang itu<span style="text-decoration:underline;"> rugi besar</span></p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Wanita itu <span style="text-decoration:underline;">memakai jilbab </span>– wanita itu <span style="text-decoration:underline;">berjilbab</span></p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Budi mengenakan baju <span style="text-decoration:underline;">tidak bersih </span>– Budi mengenakan baju <span style="text-decoration:underline;">kotor</span></p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">3. Padat</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: SBY pergi ke Inggris menggunakan pesawat terbang (tidak padat) 		           SBY terbang ke Inggris (padat)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">4. Lugas</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Matanya berkaca-kaca → Dia menangis</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Matanya berbinar-binar → Dia gembira</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">5. Jelas</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Obat itu khasiatnya sangat bagus →	Khasiat obat itu bagus</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">6. Jernih</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Dani membeli <span style="text-decoration:underline;">kambing hitam</span> untuk kurban	(jernih)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dani menjadi “kambing hitam” dalam kasus korupsi	  (tidak jernih)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">7. Menarik</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Polisi <span style="text-decoration:underline;">bekuk</span> bandar judi	(menarik)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Polisi <span style="text-decoration:underline;">membekuk</span> bandar judi 	(tidak menarik)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Jurnal <span style="text-decoration:underline;">bantai</span> Muamalah	(menarik)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Jurnal <span style="text-decoration:underline;">mengalahkan</span> Muamalah	(tidak menarik)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">8. Demokratis</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Presiden mengatakan&#8230;.</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pemulung mengatakan&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tukang Becak mengatakan&#8230;&#8230;</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">9. Populis</p>
<p style="text-indent:1.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Bahasa jurnalistik harus merakyat, artinya diterima dan diakrabi oleh semua lapisan masyarakat. </span>Contoh: <span style="font-family:Times New Roman,serif;">Hukuman yang diterimanya merupakan </span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><em>konsekuensi</em></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"> dari kesalahanny</span></p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">10. Logis</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="margin-left:1.32cm;text-indent:-.33cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Dalam film ini akan mengisahkan sisi gelap dan hal-hal yang sangat menyentuh 	(tidak logis)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Film ini mengisahkan  sisi gelap dan hal-hal yang sangat menyentuh 	(logis)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">11. Gramatikal</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Ia bilang, presiden menyetujui anggaran pendidikan dinaikkan menjadi 15 persen		(tidak gramatikal)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Ia mengatakan, presiden menyetujui anggaran pendidikan dinaikkan 15 persen		(gramatikal)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">12. Menghindari kata tutur</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh kata-kata tutur: bilang, dibilangin, bikin, dikasih tahu, kayaknya, mangkanya, sopir, jontor, kelar.</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">13. Menghindari kata dan istilah asing</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: communication → komunikasi</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Jika terpaksa menggunakan kata asing harus ditulis miring.</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">14. Pilihan kata (diksi) yang tepat</p>
<p style="margin-left:.03cm;text-indent:.93cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Setiap kata yang dipilih, memang tepat dan akurat sesuai dengan tujuan pesan     pokok yang ingin disampaikan kepada khalayak.</span></p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">15. Mengutamakan kalimat aktif</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Presiden mengatakan	(kalimat aktif)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Dikatakan oleh Presiden	(kalimat pasif)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Wildan memotong ayam	(kalimat aktif)</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">• Ayam dipotong Wildan	(kalimat pasif)</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">16. Menghindari kata atau istilah teknis</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh istilah teknis: Orizae Sativa → Padi</p>
<p style="text-indent:.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Media yang lebih banyak memuat kata dan istilah teknis, mencerminkan media itu: kurang melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap wartawannya yang malas, tidak memiliki editor bahasa, tidak memiliki buku panduan peliputan dan penulisan berita serta laporan, dan tidak memiliki sikap profesional dalam mengelola penerbitan pers yang berkualitas.</p>
<p style="margin-left:.99cm;text-indent:-.99cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">17. Tunduk kepada kaidah etika</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=65&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/12/10/karakteristtik-bahasa-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBIJAKAN REDAKSI DAN STYLE BOOK</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/11/kebijakan-redaksi-dan-style-book/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/11/kebijakan-redaksi-dan-style-book/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 15:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan tanggal 05 November 2008 Style book adalah buku pedoman gaya bahasa. Kebijakan Redaksi adalah Aturan yang dibuat oleh redaksi mengenai bahasa. Penulisan “di” diikuti kata kerja penulisannya disatukan. Contoh: dimainkan Penulisan “di” diikuti kata tempat penulisannya dipisahkan. Contoh: di Tasikmalaya Penulisan “pada” seharusnya digunakan untuk keterangan waktu. Contoh: pada saat Penulisan “pun” dipisah dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=50&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pertemuan tanggal 05 November 2008</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Style book adalah buku pedoman gaya bahasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kebijakan Redaksi adalah Aturan yang dibuat oleh redaksi mengenai bahasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Penulisan “di” diikuti kata kerja penulisannya      disatukan. Contoh: dimainkan</li>
<li class="MsoNormal">Penulisan “di” diikuti kata tempat penulisannya dipisahkan.      Contoh: di Tasikmalaya</li>
<li class="MsoNormal">Penulisan “pada” seharusnya digunakan untuk      keterangan waktu. Contoh: pada saat</li>
<li class="MsoNormal">Penulisan “pun” dipisah dengan kata yang diikuti      kecuali kata “pun” sudah menjadi bagian suku kata. Contoh: di mana pun</li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Penulisan angka jangan ditulis diawal kalimat</span></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=50&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/11/kebijakan-redaksi-dan-style-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEDOMAN PEMAKAIAN BAHASA DALAM PERS</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/05/pedoman-pemakaian-bahasa-dalam-pers/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/05/pedoman-pemakaian-bahasa-dalam-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 12:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; Pertemuan 30 Oktober 2008 (Hlm 192 dalam buku “Bahasa Jurnalistik”) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 10 November 1978 di Jakarta mengeluarkan sepuluh pedoman pemakaian bahasa dalam pers. Dulu wartawan taat pada kaidah-kaidah kewartawanan dan sangat sulit untuk mendapatkan kartu pers. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=47&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pertemuan 30 Oktober 2008 (Hlm 192 dalam buku “Bahasa Jurnalistik”)</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 10 November 1978 di Jakarta mengeluarkan sepuluh pedoman pemakaian bahasa dalam pers. Dulu wartawan taat pada kaidah-kaidah kewartawanan dan sangat sulit untuk mendapatkan kartu pers. Tetapi sekarang sangat mudah sekali.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Penjelasan sepuluh pedoman pemakaian bahasa dalam pers:</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">a. Wartawan hendaknya secara konsekuen melaksanakan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Tetapi dalam dalih rusuh atau gannguan apa saja dalam mencari berita, berbuat kesalahan dalam penggunaan EYD dimaklumi dan setiap media mempunyai <em>style book</em> (buku panduan penulisan) masing-masing.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">b. Kepanjangan dari akronim atau singkatan terlebih dahulu ditulis sebelum akronim atau singkatan. Minimal kepanjangan dari akronim atau singkatan disebutkan satu kali.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selalu berpatroli di daerah Bandung. Satpol PP berpatroli setiap pagi dan sore hari.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">c. Pemenggalan imbuhan atau prefiks diperbolehkan dalam penulisan judul berita. Tetapi dalam isi berita tidak diperbolehkan.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Lola Amelia Buat Film	(judul berita)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Lola Amelia membuat film	(isi berita)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">d. Menulis berita harus pendek, mudah dipahami dan logis (SPOK harus jelas).</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kalimat yang tidak logis: “Dalam film ini akan mengisahkan sisi gelap dan hal-hal yang sangat menyentuh.” Karena kalimat “Dalam film ini” menunjukkan tempat. Tidak mungkin tempat mengisahkan.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kalimat yang logis: “Film ini akan mengisahkan sisi gelap dan hal-hal yang sangat menyentuh.”</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">e. Black list kata-kata yang tidak boleh digunakan wartawan:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sementara 	itu</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dalam 	rangka</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Perlu 	diketahui</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dapat 	ditambahkan</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Faktor wartawan menulis kata-kata tersebut karena kemalsan dan kebodohan.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">f. Black list yang harus dijauhi wartawan (kata-kata mubazzir):</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Adalah</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Anisa Pohan adalah menantu Presiden	(salah)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Anisa Pohan menantu Presiden	(benar)</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Telah 	atau sudah (utamanya ada keterangan waktu)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Saya sudah makan tadi pagi	(salah)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Saya makan tadi pagi		(benar)</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Untuk 	(sebagai terjemahan <em>to</em> dalam bahasa inggris)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Saya berusaha untuk memahami		(salah)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Saya berusaha memahami		(benar)</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dari 	(sebagai terjemahan <em>of</em> dalam hubungan milik)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Suami dari Siti Nurhaliza	(salah)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Suami Siti Nurhaliza		(benar)</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Bahwa 	(terjemahan dari <em>that</em>)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh: Dia tahu bahwa Uin di Cibiru	(salah)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dia tahu Uin di Cibiru		(benar)</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">g. Harus konsisten dalam  kalimat. Kalau menggunakan kalimat aktif selanjutnya harus kalimat aktif.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kalimat aktif: “Dosen menugaskan pembuatan makalah kepada mahasiswa. Mahasiswa melaksanakan tugas itu dengan baik.”</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kalimat pasif: “Pembuatan makalah ditugaskan dosen kepada mahasiswa. Tugas dilaksanakan mahasiswa dengan baik.”</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Usahakan menggunakan kalimat aktif dalam menulis berita karena lebih mudah.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">h. Wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing dan istilah-istilah yang terlalu teknis ilmiah dalam berita. Kalaupun terpaksa menggunakannya, maka satu kali harus dijelaskan pengertian dan maksudnya.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">i. Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tata bahasa.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">j. Wartawan hendaknya ingat bahasa jurnalistik ialah bahasa yang komunikatif dan spesifik sifatnya, dan karangan yang baik dinilai dari tiga aspek yaitu isi, bahasa, dan teknik persembahan.</p>
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:.03cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=47&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/11/05/pedoman-pemakaian-bahasa-dalam-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EYD DALAM BAHASA JURNALISTIK</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/29/eyd-dalam-bahasa-jurnalistik/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/29/eyd-dalam-bahasa-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 13:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan 23 Oktober 2008 EYD berposisi sebagai pedoman umum. EYD adalah pedoman umum/baku bagi pengguna Bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Dalam Bahasa Jurnalistik juga harus menggunakan EYD dengan pengecualian. Diantaranya, ketika memberi judul (kata dasar) contoh, “Persib Bantai Persija.” Dalam EYD seharusnya “Persib Membantai Persija.” Menggunakan Bahasa Jurnalistik harus tetap mengacu pada EYD. A. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=44&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertemuan 23 Oktober 2008</p>
<p>EYD berposisi sebagai pedoman umum. EYD adalah pedoman umum/baku bagi pengguna Bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Dalam Bahasa Jurnalistik juga harus  menggunakan EYD dengan pengecualian. Diantaranya, ketika memberi judul (kata dasar) contoh, “Persib Bantai Persija.” Dalam EYD seharusnya “Persib Membantai Persija.” Menggunakan Bahasa Jurnalistik harus tetap mengacu pada EYD.<br />
A.	PENULISAN HURUF KAPITAL<br />
1.	Jabatan tidak diikuti nama orang<br />
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.<br />
 Contoh: UIN Lengkapi Fasilitas, bertemu Bupati Bandung Obar Sobarna.<br />
2.	Huruf pertama nama bangsa<br />
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.<br />
Contoh: bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris<br />
3.	Nama geografi sebagai nama jenis<br />
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.<br />
Contoh: berlayar ke teluk, mandi di kali, menyeberangi selat, pergi ke arah tenggara<br />
4.	Setiap unsur bentuk ulang sempurna<br />
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.<br />
Contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Garis-Garis Besar Haluan Negara.<br />
5.	Penulisan kata depan dan kata sambung<br />
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna).<br />
Contoh:  Harimau Tua Dan Ayam Centil  (Salah)<br />
Harimau Tua dan Ayam Centil   (Benar)<br />
B.	PENULISAN HURUF MIRING<br />
1.	Penulisan nama buku<br />
Contoh: Buku Jurnalistik Indonesia, Surat Kabar Bandung Pos.<br />
2.	Penulisan penegasan kata dan bahasa asing<br />
Contoh: kelangkaan tempat bermain membuatnya beralih ke ajang motorsport dan aeromodeling.<br />
3.	Penulisan kata nama ilmiah<br />
Contoh: batuan cryptocrystallin<br />
C.	PENULISAN KATA TURUNAN<br />
1.	Gabungan kata dapat awalan akhiran<br />
Jika kata dasar yang berupa gabungan kata yang khusus. maka mendapat imbuhan awalan atau akhiran sekaligus<br />
Contoh: tepuk tangan (bertepuk tangan), garis bawah (garis bawahi)<br />
2.	Gabungan kata dalam kombinasi<br />
Kata yang seharusnya digabung, namun tetap dibiarkan terpisah<br />
Contoh: antarkota (antar kota)<br />
D.	PENULISAN GABUNGAN KATA<br />
1.	Penulisan gabungan kata istilah khusus<br />
Contoh: suka dan duka (menjadi suka-duka)<br />
2.	Penulisan gabungan kata serangkai<br />
Contoh: acapkali, kacamata, radioaktif.<br />
E.	PENULISAN PARTIKEL<br />
1.	Penulisan partikel pun<br />
Contoh: Partikel pun yang harus ditulis terpisah (apa pun, kapan pun, rektor pun). Partikel pun yang harus ditulis serangkai (adapun, di manapun, meskipun)<br />
2.	Penulisan partikel per<br />
Contoh: satu per satu, per helai.<br />
F.	PENULISAN SINGKATAN<br />
Singkatan tersusun dari hufuf-huruf awal. Contoh, TNI singkatan dari Tentatra Negara Indonesia.<br />
1.	Penulisan singkatan umum tiga huruf<br />
	Contoh: dan lain-lain (dll), dan sebagainya (dsb).<br />
2.	Penulisan singkatan mata uang<br />
	Contoh: Rupiah (Rp)<br />
G.	PENULISAN AKRONIM<br />
Akronim singkatan yang disusun dari penggalan kata, baik awal, tengah atau akhir kata. Contoh, Miras akronim dari Minuman Keras<br />
1.	Akronim nama diri<br />
Contoh: Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Islam Negeri (Uin)<br />
2.	Akronim bukan nama diri<br />
Contoh: Pemilihan Umum (Pemilu), Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=44&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/29/eyd-dalam-bahasa-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KPU Mendesain Ulang Surat Suara Pemilu</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/kpu-mendesain-ulang-surat-suara-pemilu/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/kpu-mendesain-ulang-surat-suara-pemilu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 12:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211; Kalau kita perhatikan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan datang, banyak persiapan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum untuk menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut. Diantaranya mengenai desain surat suara pemilu. Dapat kita bayangkan dengan jumlah partai yang amat banyak yaitu 38 partai, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=42&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kalau kita perhatikan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 yang akan datang, banyak persiapan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum untuk menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut. Diantaranya mengenai desain surat suara pemilu. Dapat kita bayangkan dengan jumlah partai yang amat banyak yaitu 38 partai, pemilih akan membuka surat suara pemilu bagaikan membuka lembaran koran. Tidak seperti negara-negara lain yang hanya mempunyai 2 atau 3 partai politik. Indonesia paling banyak mempunyai partai politik. Oleh karena itu, KPU sebagai panitia penyelenggara harus lebih apik lagi dalam mendesain surat suara pemilih, agar pemilih tidak kebingungan dengan banyaknya partai politik yang tertera dalam surat suara. Lebih jelas dan lebih ringkas itulah yang diinginkan, agar tidak terjadi kekeliruan dalam memilih partai politik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Dalam berita yang saya ambil dari Kompas, KPU Mendesain Ulang Surat Suara Pemilu. Kolom pada nama Calon Legislatif (Caleg) diperbesar. Dengan demikian pemilih akan lebih jelas melihat nama calon yang akan mereka pilih. Karena ditakutkan banyak pemilih yang salah pilih dengan pilihan mereka. Banyak anggota legislatif yang terkait dengan tindakan kriminal dan amoral. Dengan langkah ini diharapkan pemilih lebih mengenal dengan calon yang mereka pilih. Desain baru ini juga mengarahkan pemilih agar mencentang nama calon legislatif, bukan menandai lambang partai politiknya. Desain kolom setiap partai pada surat suara lebih diperketat artinya menyedikitkan ruang kosong yang ada pada kolom tersebut. Jadi lebih ringkas, jelas, dan padat. Diharapkan ini lebih meminimalisir surat suara agar tidak terlalu lebar ketika membuka surat suara.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Surat suara untuk setiap lembaga perwakilan dibedakan dengan warna  depan yang berbeda-beda. Diantaranya, kuning untuk pemilu DPR, merah untuk pemilu DPD, biru tua untuk pemilu DPRD provinsi dan hijau untuk pemilu DPRD kabupaten/kota. Ini sangat bagus sekali agar pemilih dapat membedakan setiap perwakilan yang mereka pilih untuk memepati posisi. Tetapi dengan banyaknya partai politik yang hadir dalam pemilu 2009  yang akan datang malah akan membuat bingung pemilih. Apalagi dengan pemilih yang tidak tahu mengetahui sama sekali dengan masalah politik bangsa ini. Yang mereka tahu hanya bagaimana caranya mereka dapat mempertahankan hidup di dunia ini. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> KPU memepersiapkan surat suara sekitar 900 juta lembar untuk pemilu 2009 mendatangdan 2,5 persen surat suara untuk cadangan. Diperkirakan pula akan ada penggunaan pengaman dalam surat suara. Ini akan menjadikan pemilu 2009 terhindar kecurangan dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Jumlah surat suara tersebut diperkirakan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini. Tetapi banyak sekali belakangan ini yang menyuarakan untuk tidak memilih alias golongan putih (Golput). Dengan adanya Golput dapat di anilisis keadaan masyarakat kita dengan 2 persepsi:</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">mereka tidak tahu menahu tentang dunia politik. Oleh karena itu, mereka tidak berpartisipasi dalam pemilu.</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:-.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">mereka  tahu tentang dunia politik tetapi dengan melihat perpolitikan Indonesia yang semrawut, mereka tidak memilih. Itulah bentuk partisipasi mereka terhadap perpolitikan bangsa.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bahkan disejumlah daerah surat suara untuk DPRD provinsi lebih dari satu lembar. Karena kursi yang diperebutkan lebih dari 12 kursi dan juga banyaknya caleg yang mendaftar. Dengan fakta yang ada ini dapat kita lihat bahwa banyak orang yang berbondong agar bisa duduk di kursi panas parlemen. Mereka tidak memikirkan betapa beratnya memikul tanggung jawab yang dipercayakan oleh masyarakat bangsa ini. Jadi tidak salah kalau masyarakat lebih memilih kepada tidak memilih (Golput) daripada terzhalimi oleh pilihannya sendiri. Oleh karena itu, sepatutnya kita berdo’a agar pemilu 2009 nanti terpilih pemimpin-pemimpin yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat dan bertanggung jawab. <em>Wallahu A’lam bis Showabi.</em></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=42&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/kpu-mendesain-ulang-surat-suara-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama Menjadikanku Insaf</title>
		<link>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/agama-menjadikanku-insaf/</link>
		<comments>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/agama-menjadikanku-insaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 12:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhiebjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhiebjurnal.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } &#8211;&#62; “Kehidupanku bergelut dengan dunia kelam yang tak pernah tahu untuk apa hari esok” Namaku Damar, aku dilahirkan oleh ibuku dengan keadaan sehat seperti anak-anak yang lain semestinya di desa Cipadung. Aku lahir ke dunia dari keluarga yang sangat sederhana. Ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=40&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:small;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">“<em>Kehidupanku bergelut dengan dunia kelam yang tak pernah tahu untuk apa hari esok”</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"> Namaku Damar, aku dilahirkan oleh ibuku dengan keadaan sehat seperti anak-anak yang lain semestinya di desa Cipadung. Aku lahir ke dunia dari keluarga yang sangat sederhana. Ketika umurku beranjak 2 tahun, aku harus merelakan sang Ayah yang menjadi panutanku untuk menghadap sang Ilahi Rabbi. Sejak saat itu ibuku mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Karena ibuku sibuk untuk mencari nafkah, aku jadi kurang perhatian dari ibuku. Akupun menjadi anak yang nakal dan kenakalanku ini tidak seperti anak dalam usiaku yang masih kelas 5 SD. Sejak kelas 5 SD, aku sudah mengenal minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Karena pengaruh dari minuman keras dan obat terlarang, aku menjadi anak yang malas sehingga lulus dari SD aku tidak meneruskan sekolah ke sekolah lanjutan tingkat pertama. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;">Semenjak putus sekolah itu pun kenakalanku makin menjadi-jadi. Aku bergabung menjadi anak band, band tersebut diberi nama “Krecer Jack,” yang beraliran punk rock. Modal untuk bermain band di dapat dari hasil kerjaku menjadi kuli. Dan selebihnya untuk membeli minum-minuman. Bila aku tidak punya uang, aku biasa beli alkohol yang kadarnya 7 % dan dicampur dengan sprit. Bisa juga dengan kecubung ditumbukdan dimakan. Sedangkan obat-obatan selalu aku diberi oleh teman-temanku. Aku jadi jarang sekali tidur di rumah, karena selalu saja aku mabuk setiap malam dan tertidur di selokan. Setiap malam minggu tiba aku habiskan dengan bergaya seperti layaknya anak punk, rambut di mohak (explo), mengenakan sepatu tinggi dan pakaian serba hitam.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"> Dan yang paling tragis lagi, aku sering berkelahi tanpa sebab. Karena setiap melihat orang yang aku tidak suka langsung saja aku pukuli tanpa basa-basi. Sering kali aku berurusan dengan pihak kepolisian karena tingkah lakuku ini. Bahkan aku pernah ditodong dengan pistol oleh polisi karena memukuli orang. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"> Hingga akhirnya ketika bulan ramadhan tiba, ada salah satu temanku yang biasa bermain bola denganku mengajakku untuk mengikuti pengajian. Lalu aku diajari mengaji dan membaca bahasa arab latin. Mulailah aku tertarik dengan agama. Karena aku merasakan ketenangan. Akupun memutuskan untuk bergabung dengan remaja masjid. Teman-temanku yang biasa mabuk denganku bersama “Krecer Jack” bingung dengan tingkah lakuku yang berubah drastis.  Setiap aku pergi ke masjid untuk mengaji, aku  melewati tempat nongkrong mereka. Merekapun selalu mengejek, mencaci dan menghinaku tanpa memandang bahwa aku juga teman mereka. Tetapi itu semua ku anggap bagai angin lewat saja tanpa ada pengaruh yang berarti untukku. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"> Karena perubahanku ini banyak masyarakat yang simpati padaku. Hingga ada salah seorang yang mau membiayaiku untuk melanjutkan sekolahku yang pernah terputus. Akupun dimasukkan ke salah satu pesantren di Garut. Di pesantren tersebut aku mendalami ilmu agama yang pernah aku pelajari di pengajian. Karena keuletanku aku dipercaya untuk menjadi marbut masjid Pesantren. Dan inilah jalan yang terbaik bagiku. Karena setelah menjadi marbut masjid, ada salah satu masyrakat di dekat pesantren yang mengangkatku sebagai anak asuhnya. Hidupku pun terjamin oleh orang tua angkatku ini. Tanpa terasa enam tahun pun aku lewati di pesantren tersebut. Dan aku pulang ke kampung halamanku dengan ilmu yang aku dapat di pesantren. Dan alhamdulillah aku langsung mendapat pekerjaan sebagai guru TPA hingga kini. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adhiebjurnal.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adhiebjurnal.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adhiebjurnal.wordpress.com&amp;blog=4908847&amp;post=40&amp;subd=adhiebjurnal&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhiebjurnal.wordpress.com/2008/10/23/agama-menjadikanku-insaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3c9ae165afd3040782aa5be7bd187aa8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adhiebjurnal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
